Ngabuburit Mabar Bersama Ekonomi Liquid di Masjid Asy-Syifa Lamongan

Cerita dari desa kali ini berlangsung di Masjid Asy-Syifa. Menjelang magrib, seperti biasa, kami melangkah menuju Masjid Asy-Syifa, yang berdiri megah di kompleks Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). Masjid baru ini memang punya daya tarik tersendiri, terlebih di bulan Ramadan. Setiap sore, para musafir dan karyawan setempat berbondong-bondong datang untuk mengikuti kajian jelang berbuka hingga salat tarawih bersama.




Namun, ada pemandangan berbeda pada Sabtu (8/3) itu. Biasanya, petugas masjid menyambut jamaah dengan segelas air mineral, tiga butir kurma, dan kartu mirip ATM yang bisa ditukar dengan nasi kotak setelah Magrib. Kali ini, yang kami terima justru lembaran stiker warna kuning-hijau cerah bertuliskan “Takjil dan Undangan Berbuka.”

“Paling cuma beda kupon,” saya berbisik pada Bumi sambil menyimak kajian.

Kupon Istimewa: Ngabuburit Mabar Ekonomi Liquid

Semua baru terungkap menjelang akhir kultum. Sang penceramah mengumumkan bahwa kupon tersebut bisa ditukar di sebelah kiri masjid seusai Magrib. “Kami sediakan makan piringan dari sponsor,” ujarnya.

Usai salat, kami segera menuju lokasi yang dimaksud. Ternyata, di bawah tenda besar berwarna kuning dan hijau, berdirilah stan **Ekonomi Liquid**, produk sabun cuci piring andalan dari **Wings Food**. Jamaah dari berbagai penjuru Lamongan–bahkan mungkin dari luar kota–antusias mengantre menikmati sajian berbuka.

MC kemudian menjelaskan bahwa kupon yang kami terima memiliki **tiga bagian**:

  • satu untuk makan besar,
  • satu untuk kurma dan es buah,
  • dan satu lagi untuk hadiah.

“Hadiah?” Kami saling berpandangan, penasaran. Tapi rasa ingin tahu itu sempat tertunda, karena giliran kami tiba untuk menikmati hidangan utama.

Lezatnya Hidangan Prasmanan

Menu malam itu benar-benar menggugah selera: **nasi dengan ayam opor, sambal goreng ati, dan telur balado.** Lengkap dengan kerupuk udang dan air mineral. Rasanya? Luar biasa! Opor ayamnya kering dan berbumbu sempurna, sambal goreng atinya gurih, dan telur baladonya pedasnya pas.

Menikmati makan prasmanan di ruang terbuka sambil memandangi lalu lintas di jalan raya Jakarta–Surabaya membuat buka puasa hari ke-9 Ramadan terasa begitu bermakna.

Cuci Piring Sendiri dan Dapat Hadiah Cantik

Selesai makan, kami diarahkan ke area terbuka. Ternyata, setiap jamaah diminta **mencuci piring sendiri** menggunakan produk **Ekonomi Liquid**. Awalnya kami heran, tapi ternyata ini ide brilian!

Pertama, karena semua belajar untuk tak canggung mencuci piring sendiri—termasuk para bapak. Kedua, karena **piring yang dicuci boleh dibawa pulang!** 😄

Piring putih berdesain elegan itu ternyata berbahan **keramik**, bukan plastik biasa. Tak hanya itu, setelah mencuci, setiap orang juga mendapat **1 pouch Ekonomi Liquid varian nanas** yang harum dan segar.

Kebahagiaan jamaah sore itu luar biasa—perut kenyang, dapat piring cantik, produk gratis, dan pengalaman ngabuburit yang benar-benar berkesan.

Ngabuburit Mabar: Manfaat yang Menyebar

Menurut **Sony Yuwantoro**, tim promosi Ekonomi Liquid Lamongan, acara bertajuk **Ngabuburit Mabar (Makan Bareng)** ini merupakan hasil kolaborasi antara **Ekonomi Liquid** dan **Takmir Masjid Asy-Syifa**. Kegiatan serupa diadakan serentak selama Ramadan di **lima kota Jawa Timur dan Jawa Tengah**—mulai dari Bojonegoro, Lamongan, Madiun, Jember, hingga Banyuwangi.

Di Lamongan sendiri, **40 relawan wanita** ikut terlibat. Sebanyak 30 orang memasak hidangan utama, sementara 10 lainnya menyiapkan takjil, semua dibimbing oleh seorang chef profesional. Tak heran jika masakannya begitu lezat!

“Untuk setiap tempat, kami menyiapkan 200–250 porsi makanan. Setelah makan, piring dicuci pakai Ekonomi Liquid dan boleh dibawa pulang. Sebelum pulang, jamaah juga dapat sabun cuci piring gratis,” jelas Sony.

Promosi Kreatif yang Menghangatkan Ramadan

Masjid Asy-Syifa dipilih karena lokasinya strategis, masjidnya megah, dan memiliki area terbuka yang luas untuk mengakomodasi kegiatan. Menurut saya, ini cara promosi yang sangat **kreatif dan edukatif**.

Di tengah suasana Ramadan, Ekonomi Liquid tak sekadar mengenalkan produk, tapi juga **menyebarkan manfaat**—mengajarkan kebersihan, kebersamaan, dan kemandirian.

Kami pun pulang dengan hati gembira: **piring cantik di tangan, produk gratis di tas, dan pengalaman berkesan di ingatan.**
Terima kasih, Ekonomi Liquid, sudah membuat Ramadan kami semakin bermakna! 🌙✨


Comments

Popular posts from this blog

Hikayat Sebutir Nasi: Dari Perih Kelaparan Menuju Kedaulatan Pangan

How Andika Wira Teja Gave up His Master's Scholarship to Save His Village

Going Through a Rough Patch: Tentang Hidup yang Semakin Menarik